Red Bull X1,mobil virtual tercepat di dunia

Diposting oleh ultimasquad on Minggu, 25 September 2011


Jalanan,Sekarang sudah tidak lagi menjadi tempat yang bersahabat bagi perkembangan teknologi ‘engine’ yang berkembang begitu pesatnya.Bahkan saat ini banyak negara di dunia yang menerapkan limitasi kecepatan yang cukup ketat di berbagai tempat di jalan raya sebagai cara untuk menghentikan monster-monster jalanan yang sudah terlalu jauh dari batas ini .Jalan satu-satunya memang adalah dengan pergi ke sirkuit terdekat dan melaju bersama para penggila kecepatan lain di tempat yang lebih aman,dan tentunya tanpa harus kejar-kejaran dengan para polisi di sana.Terdengar cukup mengasikkan memang,tapi apakah semua orang memiliki cukup banyak uang dan kesempatan yang sama untuk berlaga di sebuah ajang balap resmi seperti itu?
Tentunya tidak,karena kalau semua orang bisa menjadi pembalap profesional,tentu sirkuit-sirkuit akan menjadi penuh sesak dan ikut-ikutan macet seperti jalanan negara kita. :D
Salah satu di antara ajang bergengsi bagi para penggila kecepatan adalah formula one,tentunya menjadi salah satu ajang yang paling diidamkan oleh para penggila kecepatan.Bagaimana tidak,dengan spec engine yang sangat menggiurkan,mobil-mobil setan ini melaju bagai jet dengan kecepatan di atas 300 km/jam dan saling menyalip dengan hebatnya.
Red Bull,saat ini dikenal dengan kehandalannya di ajang balap formula one.Melalui sebastian Vettel dan Mark Webber yang terlihat begitu mendominasi sirkus balap paling prestisius ini.Meski baru beberapa tahun terakhir ini saja namanya sangat melambung,namun tahukah anda Red Bull sebenarnya memiliki sumber daya yang sangat canggih dalam pembuatan mobil balap.?
Ya,Red Bull memiliki fasilitas pengembangan yang sangat maju di Milton Keynes,Inggris. Cukup lengkap dan canggih untuk membuktikan bahwa mereka tidak hanya bisa berjualan minuman energi saja,mereka hadir untuk menyingkirkan mercedes,mclaren,bahkan ferrari.Terbukti dengan begitu mendominasinya Sebastian Vettel dan Mark Webber belakangan ini.Inilah yang membuat Polyphony Digital mempercayakan proyek ambisiusnya untuk membuat suatu gebrakan yang cukup luar biasa bersama Red Bull.



Mungkin tidak banyak di antara anda yang tahu perusahaan apa Polyphony Digital ini sebenarnya? Polyphony Digital adalah sebuah perusahaan software terkemuka dari jepang. Salah satu proyek suksesnya adalah Gran Turismo series,game balap simulasi paling fenomenal sepanjang sejarah industri game,bahkan mungkin juga di sejarah industri otomotif.Hal ini dikarenakan dalam pengembangnya, Gran Turismo (selanjutnya akan disingkat menjadi GT) melibatkan segala aspek sumberdaya dari mobil-mobil nyata yang diproduksi masal.Jadi perlu dipertimbangkan kembali kalau banyak yang menganggap permainan ini sebatas video game biasa seperti yang lain.



Semua kontrol,respons mesin,batas grip roda,dan efek G Force terhadap keseluruhan pergerakan mobil pada game ini adalah nyata dan sangat mirip dengan mobil sesungguhnya.Anda tidak akan menemukan suatu kesamaan antara satu mobil dan mobil yang lain pada game ini.Bahkan sejak versi pertama yang dirilis untuk konsol Play Station One pada era 90an game ini sudah memaksimalkan segala keterbatasan konsol di masa itu untuk membuat sebuah permainan simulasi yang sangat mengagumkan. Dan sekarang,setelah GT mencapai seri yang ke 5,ada sebuah proyek berbeda yang disiapkan.
Kzunori Yamauchi dari Polyphony digital,memimpin proyek ini bekerjasama dengan Adrian Newey (Red Bull) untuk membuat sebuah model mobil masa depan untuk sirkuit permanen yang memiliki kemampuan jauh melebihi sebuah mobil formula one dalam sebuah interpretasi simulasi virtual.



Dengan model yang begitu futuristis,ada beberapa hal mengagumkan yang seolah menjelaskan kenapa proyek ini harus melibatkan Red Bull.Tentu tidak mudah untuk membuat sebuah mobil virtual dengan segala standar simulasi yang ketat bila mobil aslinya pun belum eksis.Biasanya,pihak pengembang akan datang dan merekam semua spek,cetak biru,dan detil mengenai mobil asli yang akan menjadi bintang di serial GT,dengan belum eksisnya mobil untuk proyek ini tentu menjadi suatu tantangan tersendiri.
Dan inilah Red Bull X1,sebuah prototype virtual mobil balap tercepat di dunia.




Berikut adalah spesifikasi lengkapnya :
-Chassis : carbon fibre and honeycomb composite monocoque
- Suspension (front ) : Aluminium alloy uprights,carbon-composite double wishbones with springs and anti roll bar,push rod-actuated multimatic dampers
- Suspension ( rear ) : Aluminium alloy uprights,carbon-composite double wishbones with springs and anti roll bar,push rod-actuated ear dampers
- Engine : V6 Renault RS27-2010,Twin Turbo,15.000 rpm limited ( 1.483 bhp )
- Transmission : 7Speeds + reverse   semi- automatic gearbox,Hydraulic system for power shift and clutch operation Limited-slip differential
-Weight : 545 kg
-Fuel : Shell V-Power
- Tyres : Bridgestone Potenza OZ Wheels (front anf rear ) 13 Inches
Memiliki power to weight ratio yang yang sangat baik,X1 diklaim memiliki distribusi power yang sangat besar.Bila F1 memiliki cornering speed sekitar 150km/jam,X1 didesain untuk melintasi tikungan di angka 200km/jam lebih.
Konsep desainnya cukup unik,dengan beberapa gagasan enginering yang belum pernah diterapkan sebelumnya.Seperti desain body yang sangat tertutup,bahkan untuk bagian rodanya yang dilengkapi spakbor atau fender.Mobil-mobil F1 saat ini tidak memiliki desain seperti ini.Hal ini dikarenakan proses pergantian roda saat pittstop tentunya akan sangat sulit dilakukan apabila desain mobil dibuat seperti ini.Namun bukan tidak ada maksud lain membuat desain unik seperti ini,hal ini dilakukan untuk menunjang sistem ‘fan element’.Suatu sistem untuk menunjang ‘down force’ mobil luar biasa ini.
Dengan berat yang hanya  545kg,akan sangat sulit untuk menjaga X1 tetap menapak aspal.Saat mencapai top speed di atas 500km/jam akan sangat mudah membuat X1 terangkat dan terhempas ke udara.


F1 saat ini memiliki data riset aerodinamika yang bisa disetarakan bahkan melebihi yang dimiliki oleh NASA,begitu pula Redbull,segala aspek untuk memaksimalkan kecepatan dan handling jet darat ini pun sudah berkembang dengan demikian pesatnya. Namun masih belum cukup untuk menunjang prototype sekelas X1.Karena itulah Red Bull membuat sebuah konsep fan elements pada X1.Sistem ini bekerja seperti  vacum cleaner.Melalui sebuah instalasi unik di bagian buritan dan desain velg yang seperti turbin,konstruksi ini menghisap udara yang ada d bawah mobil untuk kemudian di alirkan ke bagian luar. Pemikiran cerdik ini membuat body mobil tertarik ke bawah dan semakin lekat ke aspal.Tentunya membuat power distribution dan handling semakin baik tanpa harus menambahkan konstruksi komponen yang berlebihan sehingga berdampak pada beban keseluruhan X1.

  Seseorang yang spesial ikut terlibat dalam membidani teknologi hebat ini,Sebastian Vettel.Benar,karena proyek ini melibatkan Redbull tentu pembalap top mereka dapat ikut ambil bagian. Sehebat apapun sebuah prototype tidak akan ada gunanya bila hanya merupakan sebuah skema dan data saja,dan merekapun membawa X1 bersama Vettel ke track,track virtual tentunya. Redbull memiliki simulator F1 yang cukup canggih sebagai salah satu fasilitas pengembangan skill pembalap mereka.Tapi kali ini mereka tidak akan memakai simulator multyscreen tersebut,mereka ‘hanya’ memakai sebuah konsol ‘Playstation 3’,game Gran Turismo 5,controler GT arcade khusus,sebuah layar LCD layar besar,dan kursi balap yang sudah dimodifikasi.Sepertinya cukup sederhana,tapi tahukah anda bahwa set ini sebenarnya justru lebih lengkap dari sisi grafis dan performa dari simulator asli milik Redbull.?
Vettel menempuh beberapa lap di Nurburgring dengan menggunakan X1.Pada lap-lap awal nampak Vettel yang seorang juara dunia pun begitu kesulitan seperti video berikut ini :
Setelah beberapa evaluasi akhirnya tercatat lap tercepat yang telah ditorehkannya. Saat menonton balapan formula 1 biasanya jarak 2 atau 3 detik akan memberikan  jarak yang cukup jauh antara pembalap satu dan yang lain,tapi bagaimana bila 20 detik? Ya,dalam percobaan pertamanya X1 20 detik lebih cepat dari lap record vettel bersama mobil formula 1 nya. Luar biasa.!
Sebagai sebuah prototype virtual X1 telah memberikan standar bnaru dalam pengembangan mesin balap di masa yang akan datang.Namun kekurangan tetap saja bisa timbul dalam sebuah purwa rupa seperti ini,yang paling utama yang nampak dari X1 adalah seberapa kuat seorang driver mampu menahan G force pada kecepatan seperti itu.?
Pengembangan lebih lanjut mungkin akan menjawab.Yang pasti proyek besar pengembangan X1 menunjukkan bahwa batasan seperti peraturan-peraturan yang mulai banyak mengekang penggila kecepatan sudah dengan mudah mulai  dipecahkan,meski masih di dunia virtual.

More aboutRed Bull X1,mobil virtual tercepat di dunia